Kegiatan keagamaan bertajuk Ngaji Cafe to Cafe (NCTC) kembali digelar dengan konsep santai namun penuh makna. Acara ini berlangsung pada Selasa, 28 April 2026 pukul 19.00 WIB di KopiRex Gank, kawasan Randupitu, arah Pandaan Gunung Gangsir.
Mengusung tema “Jangan Pernah Menyerah”, acara ini menghadirkan penceramah muda inspiratif, Gus Romi Syib yang dikenal dengan gaya dakwah ringan, dekat dengan masyarakat, serta mudah dipahami oleh berbagai kalangan.
Dalam ceramahnya, Gus Romy menyampaikan sejumlah pesan penting tentang kehidupan, keluarga, dan keimanan. Ia menekankan bahwa didikan anak harus dilandasi kasih sayang, bukan kekerasan. Menurutnya, sikap keras justru membuat anak menjauh dan berpotensi mencari pelarian di luar rumah.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya saling menghargai dalam rumah tangga. Suami tidak boleh bersikap kasar kepada istri, dan sebaliknya istri tidak terus-menerus merendahkan suami. Keharmonisan keluarga, kata dia, dibangun dari kesabaran, pengertian, dan doa satu sama lain.
Gus Romy juga menjelaskan konsep dasar kehidupan seorang manusia yang terdiri dari empat hal utama, yakni doa, ikhtiar, tawakal, dan inabah (menerima hasil dengan lapang dada). Keempat hal ini harus berjalan seimbang agar hidup tetap tenang dan terarah.
Lebih lanjut, ia mengajak jamaah untuk tidak mudah putus asa. “Selama masih hidup, kesempatan selalu ada. Gagal itu bukan akhir, tapi bagian dari proses,” pesannya.
Dalam hal rezeki, Gus Romy menegaskan bahwa rezeki datang dari berbagai jalan. Oleh karena itu, manusia tidak boleh berburuk sangka kepada Allah ketika merasa kekurangan, melainkan harus tetap berusaha dan yakin bahwa Allah Maha Kaya.
Ia juga mengingatkan bahwa berbuat baik tidak selalu langsung disukai orang lain. Bahkan, orang yang berusaha memperbaiki keadaan seringkali mendapat penolakan. Namun hal itu adalah risiko yang harus diterima selama berada di jalan yang benar.
Pesan lainnya adalah pentingnya memperlakukan orang lain dengan baik. Apa yang dilakukan kepada orang lain akan kembali, dan jika tidak dibalas manusia, maka Allah yang akan membalasnya.
Gus Romy turut menekankan agar masyarakat tidak mudah menyalahkan atau meremehkan orang lain, karena hal itu bisa menjadi tanda hati yang kurang baik. Sebaliknya, setiap orang dianjurkan untuk melihat sisi baik dari sesama.
Menutup ceramahnya, ia menegaskan bahwa segala urusan harus dikembalikan kepada Allah, namun tetap disertai usaha nyata. Berserah diri bukan berarti pasif, melainkan tetap aktif berdoa dan berikhtiar.
Acara ini juga dimeriahkan dengan penampilan live dari Embun Band serta grup banjari Nurul Jadid, yang menambah suasana hangat dan kebersamaan di tengah jamaah.
Melalui kegiatan ini, panitia berharap masyarakat semakin termotivasi untuk menjalani hidup dengan sabar, usaha, doa, serta sikap baik kepada sesama, dan selalu berprasangka baik kepada Allah tanpa mudah menyerah.

Posting Komentar