Selamat datang di situs resmi Kelompok Informasi Masyarakat Desa Randupitu

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Yayasan Roudlotul Hikmah Randupitu Berlangsung Khidmat

 


Suasana khusyuk dan penuh berkah menyelimuti pelataran Yayasan Roudlotul Hikmah Randupitu dalam rangka Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H pada hari Rabu, 02 September 2026. Acara keagamaan yang dipusatkan di lingkungan TPQ dan Madrasah Diniyah Roudlotul Hikmah ini dihadiri oleh jajaran dewan guru, wali santri, tokoh agama, serta masyarakat setempat.

Rangkaian acara dibuka dengan lantunan sholawat diba Albanjari yang dibawakan secara serentak. Irama terbang dan syahdunya pujian kepada Rasulullah SAW mengawali pertemuan ini dengan nuansa religius yang kental.

Dalam sambutan pembuka acara Ta'dzim Maulid Nabi Muhammad SAW, Ustadz H. Makhrus Ma'shum, S.Ag., M.Pd. menegaskan bahwa peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan sarana menumbuhkan mahabbah (rasa cinta) yang nyata serta sarana evaluasi diri untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW.

Pihak lembaga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada segenap wali santri, pendidik, tokoh masyarakat, dan donatur yang telah menyisihkan materi serta tenaga demi kelancaran agenda ini. Bantuan tersebut diharapkan tercatat sebagai investasi amal jariyah di akhirat kelak.

Beliau menyampaikan bahwa Penanaman adab dan takzim kepada Guru madrasah dan TPQ memiliki andil besar dalam mengenalkan dasar-dasar syariat dari nol hingga santri mampu mengamalkannya. Menghormati guru adalah kunci utama keberkahan ilmu anak. Mempererat ukhuwah islamiyah menjadi media perekat silaturahmi antarwarga agar semangat gotong royong di desa tetap terjaga.  Membina generasi qurani Harapan besar disematkan agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang bertakwa, berbakti kepada orang tua, serta mencintai para ulama.

Puncak peringatan diisi dengan penyampaian Mauidlotul Hasanah oleh KH. Syukron Wafa dari Gesing. Dalam ceramahnya, beliau menguraikan pokok-pokok ajaran Islam terkait keluarga, silaturahmi, hingga sejarah keteladanan Nabi:

1. Tanggung Jawab Orang Tua Mendidik Anak

Orang tua memikul amanah besar untuk membekali anak dengan tata krama dan ilmu agama. Anak yang saleh dan salehah kelak menjadi penyelamat dan perantara syafaat bagi orang tuanya di hari kiamat.

Sebaliknya, membiarkan anak tumbuh dalam kebodohan syariat (tanpa ngaji dan tanpa ilmu) mendatangkan pertanggungjawaban berat, di mana dosa kelalaian anak dapat dibebankan kepada orang tuanya.

2. Larangan Memutus Tali Persaudaraan

Menyambung silaturahmi dengan orang tua, mertua, kerabat, maupun guru merupakan bukti integritas iman seseorang.

Beliau mengingatkan ancaman tegas bagi dua orang bersaudara yang saling mendiamkan lebih dari tiga hari tanpa alasan syar'i. Di sisi lain, kepatuhan kepada orang tua mendatangkan berkah umur, dan ketakziman kepada guru membuka pintu keberkahan ilmu.

3. Keutamaan Membaca Al-Qur'an dan Menjaga Lisan

Aktivitas mengaji disebut sebagai obat mujarab bagi jasmani dan rohani. Keberkahan anak penghafal Al-Qur'an akan tampak nyata di akhirat melalui mahkota kemuliaan yang dipakaikan kepada kedua orang tuanya.

KH. Syukron Wafa juga berpesan seputar adab menjenguk orang sakit. Menjenguk sesama memang mendatangkan doa dari 75.000 malaikat, namun pahala tersebut dapat lenyap seketika apabila orang yang menjenguk tidak menjaga lisan dan melontarkan perkataan yang menyakiti hati si sakit.

4. Meneladani Kisah Seputar Kelahiran dan Sahabat Nabi

Keberkahan Maulid: Sosok Abu Lahab yang dipastikan masuk neraka pun diringankan siksanya setiap malam Senin lantaran pernah bergembira atas lahirnya sang keponakan dengan memerdekakan budaknya, Suwaibah. Hal ini membuktikan bahwa umat beriman yang merayakan kelahiran Rasulullah SAW tentu memperoleh balasan rahmat yang jauh lebih besar.

Kisah Siti Halimah As-Sa'diyah: Kisah ibu susu Nabi yang awalnya serba kesulitan di tengah bencana paceklik, kemudian hidupnya berbalik makmur, ternaknya gemuk, dan air susunya melimpah ruah berkat berkah merawat bayi Muhammad SAW.

Kedermawanan Abdurrahman bin Auf: Keteladanan putra dari Sayyidah Saffa (wanita pendamping Siti Aminah saat persalinan) yang rela memborong seluruh kurma busuk milik petani Madinah agar mereka tidak bangkrut. Berkat kedermawanan dan kejujuran berdagang, hartanya justru dilipatgandakan oleh Allah SWT.

5. Kemuliaan Pekerti di Atas Rupa Fisik

Menutup nasihatnya, beliau menegaskan bahwa pandangan Allah SWT berpusat pada hati dan budi pekerti, bukan keelokan fisik atau kekayaan harta.

Baginda Rasulullah SAW dipuji secara abadi dalam Al-Qur'an karena keagungan akhlaknya (khuluqin 'azhim). Beliau adalah pribadi yang tidak pernah berucap dan bertindak kecuali kebaikan semata (la yaqulu wa la yaf'alu illa ma'rufa).

Acara Peringatan Maulid Nabi diakhiri dengan doa bersama, memohon keselamatan, kemudahan rezeki, dan syafaat Rasulullah SAW bagi seluruh warga Yayasan Roudlotul Hikmah dan masyarakat Desa Randupitu.

Post a Comment

أحدث أقدم